Elegant Rose - Working In Background

Thursday, 8 May 2014

Sekeping Ilusi

            Cerita yang lalu itu masih terus berlanjut, kenangan manis 6 tahun yang lalu telah berubah menjadi pahit dan kini tanpa rasa, rasaku telah mati untuknya yang telah dahulu menikam hatiku dalam-dalam. Ini tentang pria masa lalu yang tak urung muncul lagi dalam dorama hidupku kini. Cerita itu berlanjut tatkala keputusan untuk tidak memberinya kesempatan menghubungiku sama sekali, telah kuhapuskan, hatiku telah stabil sekarang. Bulat keputusanku untuk menerimanya kembali dalam kehidupanku yang sekarang, tapi tidak untuk pangeran hatiku. Tidak! Cukupkan hanya untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang hampir setahun ini tak kentara.

            Kita mulai kembali, kubuka blokir untuknya, kita kembali menyapa dan berucap salam. Tak kusangka, aku tetap terpesona dengan pesannya yang renyah, suaranya yang menggema. Iya, dia tetap memesonaku. Perang batin dimulai lagi, sepertinya rasa itu belum sepenuhnya hilang, belum sepenuhnya mati. Dia tetaplah pria yang masih kusanjung di dalam hati. Tak peduli betapa kuatnya otakku untuk menolak, tak peduli betapa kerasnya usahaku untuk melupakannya, tetapi seiring canda tawanya rasa itupun kembali membuncah. Seakan-akan aku telah lupa ingatan bagaimana dia telah mencacah paksa hatiku dulu.

            Itulah mengapa aku selalu berfikir betapa bodohnya aku, bodohnya aku sampai rela membuka kembali pintu yang sebelumnya telah kukunci. Mengapa tak kubuang saja kuncinya, sehingga tak akan mungkin lagi untuk membuka pintu yang sama untuk orang yang sama untuk kedua kalinya. Berputar otakku berfikir bagaimana caranya aku bisa menghilangkan dia dari rasaku.

            Setelah pesan-pesan itu akupun memintanya untuk menemuiku, kita telah  6 tahun tak bertemu. Bahkan kita tak sempat bertemu ketika kita masih bersama, dan permintaankupun dikabulkannya.

            Hari itu adalah pertama kalinya aku bertemu dengannya setelah 6 tahun ini, tetapi getaran-getaran itu ternyata telah musnah. Dia hanyalah sekeping kenangan dan sebuah pelajaran untukku, dia tak lagi ada disana. Getaran yang ada hanyalah ilusi atas ketidakberdayaanku melepas cinta pertama.  

No comments:

Post a Comment