Elegant Rose - Working In Background

Saturday, 18 January 2014

Don’t Be My Shadow!


             Ini masih tentang pria tinggi lain itu, entah mengapa senyum angkuh dan sorot matanya begitu membekas di hatiku, mungkin dia mempunyai stempel khusus hati.  Berapa kalipun aku mencoba untuk membuang jauh-jauh dia dari pikiranku, wujud nyatanya tiba-tiba hadir dengan sombongnya mengobrak-abrik usahaku. Dan ini membuatku sedih. Usahaku kembali musnah, ketika kucoba bangkit dan merangkai kembali butir-butir permata yang telah tercecer itu, maka datanglah dia menghancurkannya lagi.
            Aku tak bisa memusnahkannya begitu saja, itu terlampau berat. Mungkin, bayangannya akan musnah segera setelah wujud nyatanya hilang. Jika dia tak mempu untuk segera hilang dari jangkauan penglihaatanku, maka aku yang akan melakukannya.
            Ini demi kebaikanku, menghindar dari resiko jatuh hati yang terancam terlalu dalam. Kuputuskan sudah aku memulai dunia baruku, akupun pindah. Kini aku bertempat yang baru, dengan lingkungan baruku menanggalkan sosoknya jauh dibalik sejarah hidupku. Lupa sudah, lupakan saja sosoknya. Tapi dugaanku salah, usahaku tuk pindah tak menolongku sama sekali, padahal kita tak di satu kota yang sama, bahkan tak satu pulau. Bayangnya tetap saja tak mau hengkang begitu saja. Dia sudah terlalu lekat  seperti bayangan yang menguntitku kemanapun aku pergi, Please, don’t be my shadow! Just go! Enyahlah!. Kepindahanku ini, justru menambah gundahnya mataku. Karna dia tidak ada disana, sejauh jangkauan mataku dia tidak ada disana. Dia tak lagi seperti udara, dia telah membayangi hidupku dan ini sungguh tak nyaman. Tolong pergilah dari pikiranku, barang sekejap saja,,

No comments:

Post a Comment