Elegant Rose - Working In Background

Thursday, 19 June 2014

Merindumu,,,

           Seperti biasa mendung selalu punya cerita yang harus diungkap, seperti senja hari ini, kilatan jingganya tak kunjung terlihat tertutup pekatnya awan hitam. Tetapi aku tetap bersyukur, aku terlindung dari terik matahari yang beberapa hari ini begitu menyengat. Walaupun begitu, mentari tetaplah selalu dirindukan setiap insan manusia. Iya dirindukan, seperti aku yang sedang merindu kamu, merindu melihat sosokmu, merindu melihat senyumanmu, merindu tawa renyahmu, merindu tiap kata yang begitu saja tergulir dari bibirmu.

            Beberapa waktu ini kau seperti disambut awan, mataku tak lagi mampu untuk menjangkau wajahmu lagi, tak ada komunikasi lagi. Kamu yang nyata namun tak terungkap dimana keberadaanya, ingin sekali aku menghubungimu, bertanya kabar, apakah yang sedang kamu lakukan? Apakah kau sedang dalam masalah? Jika benar maka ceritakanlah kepadaku, ceritakan keluh kesahmu, jangan kau kurung dirimu dan mengurung kerinduanku bersama hilangnya kamu. Aku kalut, tak dapat berujar lagi, aku tak bisa apa-apa, aku bukan siapa-siapa.

            Jikalau waktu memberikan kesempatan untukmu berbagi keluh kesahmu kepadaku niscaya aku akan menjadi pendengar yang baik, iya itu hal terkecil yang akan aku lakukan jika aku tidak dapat membantumu. Tapi tolonglah, keluarlah dari lorong-lorong gelap yang sedang kau huni, hiduplah kembali seperti obor-obor api yang gemerlapan di malam yang gelap. Bermekaran lagi, bagai bunga-bunga indah warna-warni, ditengah taman kota.


            Jangan kau tutupi sendiri luka-lukamu, berbagilah, berbahagialah, tersenyumlah, tertawalah lagi,lagi dan lagi. Aku rindu, dan tak banyak yang bisa aku lakukan, bisaku hanya berdo’a untukmu, berdo’a demi kebaikanmu,berdo’a kembalinya kamu dan mampu ku melihatmu lagi.

No comments:

Post a Comment